Minggu, 23 Desember 2012

Materi Vocabulary

1. Daftar kata sehari-hari


Wake up : bangun tidur
Press the snooze botton: tekan tombol snooze (tidur sebentar)
Turn off the alarm : mematikan alarm
Get up : bangun (dari tempat tidur)
Have a cup of coffee : menikmati kopi
Make breakfast : membuat sarapan pagi
Read the newspaper : membaca koran
Have breakfast : sarapan pagi
Have a shower : mandi
Get dressed : berpakaian
Brush one's hair : keramas
Comb one's hair : menyisir rambut
Brush one's teeth : menggosok gigi
Put make-up on : berias, dandan
Go home : pulang
Cook dinner : memasak makan malam
Make dinner : makan malam
Do one's homework : mengerjakan PR
Watch Television : menonton TV
Watch the News : nonton berita
Take the rubbish out : membuang sampah
Wash the dishes : mencuci piring (kotor)
Feed the dog and cat : memberi makan anjing dan kucing
Go to bed : (Siap-siap) tidur
Go to the bathroom : Pergi ke kamar mandi
Take one's medication : Minum obat
Get into one's pyjamas : memakai baju tidur
Set the alarm : mengatur waktu alarm
Lock the door : mengunci pintu
Turn off the lights : mematikan lampu

2. Daftar kata-kata Anggota Tubuh

Forehead
Eye
Eyebrows
Eyelash
Nose
Moustache
Temple
Cheek
Lips
Tooth / teeth
Chin
Beard
Ear
Neck
Throat
Shoulder
Hand
Finger
Nail
Thumb  
Arm
Wrist
Elbow
Bust
Breast
Chest
Stomach
Hips
Waist
Bottom
Leg
Thigh
Knee
Foot
Heel
Ankle
Toes
Skin
Side
Back
Heart
Brain
Blood
Lungs
Liver
Intestine
Kidney
Muscle
Nerve

Dahi
Mata
Alis
Bulu mata
Hidung
Kumis
Pelipis
Pipi
Bibir
Gigi
Janggut
Jenggot
Telinga
Leher
Tenggorokan
Pundak, bahu
Tangan
Jari
Kuku
Jempol
Lengan
Pergelangan tangan
Siku
Dada (untuk perempuan)
Payudara
Dada (untuk laki-laki)
Perut
Pinggul
Pinggang
Pantat
Kaki
Paha
Lutut
Kaki
Tumit
Pergelangan kaki
Jari-jari kaki
Kulit
Pinggang
Punggung
Jantung
Otak
Darah
Paru-paru
Hati
Usus
Ginjal
Otot
(urat) syaraf


3. buah-buahan

1.       Apple
2.       Peach
3.       Pear
4.       Banana
5.       Plum
6.       Apricot
7.       Nectarine
8.       Kiwi
9.       Papaya
10.   Mango
11.   Fig
12.   Coconut
13.   Avocado
14.   Cantaloupe
15.   Honeydew (melon)
16.   Pineapple
17.   Watermelon
18.   Grapefruit
19.   Lemon
20.   Lime
21.   Orange
22.   Tangerine
23.   Grapes
24.   Cherries
25.   Prunes
26.   Dates
27.   Raisins
28.   Blueberries
29.   Cranberries
30.   Raspberries
31.   Strawberries


: Apel
: Buah persik
: Buah pir
: Pisang
: Prem
: Buah Aprikot
: Buah Nectarine
: buah kiwi
: Pepaya
: Mangga
: Buah ara
: Kelapa
: Alpukat
: Buah kantalop
: Melon
: Nanas
: Semangka
: Jeruk besar
: Jeruk limun (tipis)
: Jeruk limau
: Jeruk
: Jeruk kepruk
: Anggur
: Buah ceri
: Buah Prem kering
: Kurma
: Kismis
: Bluberri
: Cranberi
: Raspberry
: Stroberi


4. kata-kata dalam kelas

Teacher
Teacher’s aide
Student
Seat / chair
Pen
Pencil
Eraser
Desk
Teacher’s desk
Book / textbook
Notebook
Notebook paper
Graph paper
Ruler
Calculator
Clock
Flag
Board
Chalk
Chalk tray
Eraser
P.A system / loadspeaker
Bulletin board
Thumbtack
Map
Pencil sharpener
Globe
Bookshelf
Overhead projector
TV
(movie) screen
Slide projector
Computer
(movie) projector

: Guru
: Pembantu guru/asisten guru
: Murid
: Kursi
: Pena/pulpen
: Pensil
: Penghapus
: Bangku
: Bangku guru
: Buku
: Buku catatan
: Kertas catatan
: Kertas strimin
: Penggaris
: Kalkulator
: Jam dinding
: Bendera
: Papan tulis
: Kapur tulis
: Tempat kapur tulis
: Penghapus
: Pengeras suara
: mading (majalah dinding)
: paku paying
: Peta
: Peruncing pencil (kerokan)
: Globe
: Rak buku
: overhead projector
: Tv
: Layar lebar
: Proyektor slide
: Komputer
: Proyektor film


Selasa, 18 Desember 2012

PENDIDIKAN YANG BERKARAKTER

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh....
Mengawali tulisan pertama ini, marilah kita bersepakat bahwa setiap dari kita memiliki nurani sebagai pendeteksi baik dan buruknya sebuah perilaku atau tindakan setelah nurani melakukan tugasnya dengan baik, selanjutnya kita bersepakat lagi bahwa kesanggupan kita hidup dan memijakkan kaki diatas bumi ini pasti dan mutlak untuk bertindak dan pada kondisi inilah indra fisik kita melakukan tugasnya yang selanjutnya akan dinilai oleh orang yang melihatnya.  Penilaian ini tentunya akan sangat subjektif, dan karena yang dinilai adalah apa yang nampak maka terkadang ketidakadilan itu muncul sebagai konsekuensi dari penilaian tersebut. 

Dalam beberapa kasus pendidikan yang marak hari ini, kita sering menemukan berbagai kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di dalam proses mendidik, baik itu di dalam proses belajar mengajar ataupun interaksi informal antara guru dan murid, sebagai contoh, sikap hormat murid terhadap guru ini semakin terkikis dikarenakan asumsi bahwa karakter murid telah habis terkikis oleh globalisasi dan menyeret para pelaku pendidikan untuk menggalakkan apa yang disebut dengan "pendidikan karakter" dimana akan disisipkan sentuhan-sentuhan nilai dalam proses pembelajaran lebih spesifik lagi di dalam kurikulum pendidikan nasional.

Indonesia sebagai sebuah bangsa yang majemuk kini mengambil langkah untuk memeta-metakan segala kebijakan melalui otonomi daerah dan pendidikanpun tak lepas dari sistem tersebut, apalagi sekarang lebih dispesifikkan melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang memberikan kewenangan penuh terhadap sekolah masing-masing dalam menjabarkan kurikulum berdasarkan kebutuhan internalnya. Dampaknya akan sangat mudah ditebak bahwa output dari sistem tersebut akan sangat berbeda tergantung pada sekolah yang memiliki keterampilan dan visi yang baik akan menciptakan keluaran yang berkualitas pula dan begitupun sebaliknya.

Nah sekarang mari kita melihat secara saksama apakah yang kita maksudkan sebagai keluaran berkualitas itu adalah lepasan-lepasan yang memiliki nilai UAN yang tinggi atau yang memiliki moral yang baik? kita akan sangat naif ketika kita memilih opsi yang pertama karena seperti yang saya kemukakan diawal paragraf bahwa yang dapat dinilai itu adalah yang nampak, karena dia memiliki indikator yang jelas untuk diberikan penilaian, sedangkan yang tidak nampak akan sangat sulit dinilai, kecuali kita merelakan waktu kita melalui proses pendekatan persuasif dalam menilai moral yang bersembunyi dibalik balutan kulit setiap siswa.

Pada bangku sekolah dasar hingga menengah atas, roster mata pelajaran akan sangat banyak didapatkan mata pelajaran yang memang mengkhusus kepada pengembangan intelektual siswa, indikatornya sangat jelas, pelajaran Agama dan PMP hanya dua jam tiap minggunya sedangkan yang lain ada yang tiga bahkan empat jam tiap minggunya, pertanyaannya kemudian, dapatkan kedua mata pelajaran tersebut membendung potensi siswa untuk bertahan pada nilai-nilai moral ditengah derasnya arus globalisasi saat ini?
jawabannya sudah pasti "tidak". Ini hanya sebagian kecil dari faktor penyebab terkikisnya karakter siswa, belum lagi masalah ekonomi, lingkungan, dan teknologi yang sangat banyak memberikan sumbangsih negatif terhadap perkembangan mental anak. kalau masalahnya sudah se-kompleks ini maka kita akan pontang-panting mancari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini. 

Mari kita sejenak flash back pada pola pendidikan tradisional yang lebih menanamkan nilai-nilai dalam setiap proses pembelajaran. kita dapat melihat betapa gairah belajar orang-orang desa sangat besar hingga rela berjalan kaki berkilo-kilo, menyebrangi sungai dan berpanas-panasan menuju ke sekolahnya, hal ini tak lain karena ada daya tarik yang sangat besar oleh proses pendidikan disekolahnya sehingga mereka rela berusaha sekeras itu . Berbeda pada sekolah di kota yang modern, dimana siswanya mapan dan berkecukupan serta ditunjang dengan fasilitas yang memadai justru banyak yang bolos, tawuran dan lain-lain. Saya tidak akan menyarankan untuk memindahkan semua siswa kota ke desa karena sudah pasti tidak akan banyak membantu, ini hanya sekedar pembanding bagi kita untuk mencari akar permasalahan dari problematika pendidikan di Indonesia.

Sekali lagi dalam proses pencerdasan anak manusia memang seharusnyalah kita merenung tentang arti dan fungsi pendidikan terhadap bangsa dan negara tercinta ini sebagai salah satu bentuk dedikasi kita sebagai rakyat. pendidikan tidak dapat kita nafikkan sebagai salah satu unsur yang sangat penting di dalam hidup ini, jadi mari berbuat untuk pendidikan.